WELCOME

WELCOME

Rabu, 18 September 2013

AIR ASAM TAMBANG (AAT)

Air asam tambang (AAT) atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai “acid mine drainage (AMD)” atau “acid rock drainage (ARD)” terbentuk saat mineral sulphida tertentu yang ada pada batuan terpapar dengan kondisi dimana terdapat air dan oksigen (sebagai faktor utama) yang menyebabkan terjadinya proses oksidasi dan menghasilkan air dengan kondisi asam.

Hasil reaksi kimia ini, beserta air yang sifatnya asam, dapat keluar dari asalnya jika terdapat air penggelontor yang cukup, umumnya air hujan yang pada timbunan batuan dapat mengalami infiltrasi/perkolasi. Air yang keluar dari sumber-nya inilah yang lazimnya disebut dengan istilah AAT tersebut.

AAT adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada air asam yang timbul akibat kegiatan penambangan, untuk membedakan dengan air asam yang timbul oleh kegiatan lain seperti: penggalian untuk pembangunan pondasi bangunan, pembuatan tambak, dan sebagainya.

Pada kegiatan penambangan, beberapa mineral sulphida yang umum ditemukan adalah:

Minggu, 09 Desember 2012

SISTEM PENYALIRAN TAMBANG (Jilid-1)

SIKLUS HIDROGEOLOGI 

1. HUJAN
(a). Curah Hujan

Satuan CH = Satuan panjang/waktu
                  =      mm, m, cm

                      jam, hari, bln, th

CH = 1 mm/jam
punya luasan 1 m² kemudian air yg jatuh pada permukaan tingginya 1 mm.

Berarti :

volume air hujan = 100 dm² x 0,01 dm = 1 dm³ = 1 l.

(b). Intensitas Hujan

Pada dasarnya = Curah Hujan hanya beda dalam waktu yg relatif pendek yaitu bisa jam atau menit.

Alat Utk Mengukur Curah Hujan.


(1). Manual/ Penakar CH
Prinsip : Air hujan ditampung kemudian diukur volumenya.

(2). Alat Pencatat Otomatis
Prinsip : Seismograf

Cara Menghitung Intensitas Hujan (manual)